Fredrich Berurusan Dengan Komisi Pemberantasan Korupsi

Fredrich Berurusan Dengan Komisi Pemberantasan Korupsi
Fredrich Berurusan Dengan Komisi Pemberantasan Korupsi
Pada dini hari KPK menangkap salah satu mantan pengacara dari mantan ketua umum partai Golkar (Golongan Karya) Setia Novanto yaitu Fredrich Yunadi. Dalam penangkapan tersebut pihak KPK mengakui telah memiliki bukti yang kuat untuk keterlibatan pendiri Yunadi & Associates dalam hal menghalang halangi penyidikan dari tersangka kasus E-KTP, Setya Novanto. Dalam kesempatan ini melalui Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa ” KPK sudah memiliki bukti yang sangat kuat terkait keterlibatan kelahiran Jakarta 1 Februari 1950 tersebut dan akan seefektif mungkin memeriksa dirinya.

Dalam kesempatan yang sama melalui Jubirnya, pihak dari KPK belum dapat menyimpulkan siapa “aktor” penting dalam pembuat skenario agar Novanto susah di periksa oleh penyidik KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi ini masih memproses sejumlah pihak yang diduga menghalangi penyedikian. Dalam Kantor yang terletak di jalan Kuningan Persada, Kabiro Humas badan anti rasuah Indonesia mengatakan bahwa dalam hal tersebut, kami belum mencapai kesimpulan klasifikasi aktor, apalagi jika ditanya siapa aktor utama, kami pihak KPK akan memproses dan menyelidiki lebih lanjut lagi. (Fredrich Berurusan Dengan Komisi Pemberantasan Korupsi)

Terkait dengan kasus tersebut, badan anti rasuah Indonesia menghimbau kepada semua element masyarakat agar menjalankan tugas sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak menghalangi proses hukum yang sedang membelit kliennya. Dalam Hal tersebut, Febry menambahkan pengacara (Advokat) merupakan, mitra dari badan anti rasuah Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi akan menghormati semua pihak yang berkerja, sesuai prosedur yang ada. Febry juga memberikan contoh seperti Dokter yang berkeja secara mulia.

Maka dari itu, KPK dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memiliki komitmen yang sama yaitu pekerjaan yang mulia ini tidak boleh disalah gunakan untuk segelintir orang penting untuk menyelamatkan dirinya. Dalam penangkapan Advokat ini Febry memberitahu bahwa mereka memiliki surat penangkapan, jadi kami tidak melakukan apa yang sering disebut dengan jemput paksa. Saat dijemput dikediamannya, Fredrich Yunadi tidak melawan sedikitpun, proses penjemputan tersebut berjalan dengan baik. (Fredrich Berurusan Dengan Komisi Pemberantasan Korupsi)

Saat ditanya oleh wartawan pihak KPK menyebutkan bahwa penangkapan Fredrich Yunadi berjalan dengan baik, dalam hal ini badan anti rasuah Indonesia membagi beberapa tim dan meletakannya di berbagai lokasi. Dan yang bersangkutan sudah kami bawa ke kantor badan anti rasuah Indonesia. Hingga berita ini ditulis penyidik KPK masih bertanya kepada Fredrich Yunadi mengenai keterlibatan dan meminta klarifikasi beberapa pertanyaan, dan penyidik hanya memiliki waktu 24 jam untuk menentukan status hukum yang akan disandang oleh mantan pengacara Setya Novanto.

Febri juga mengatakan pihaknya masih akan meninjau lebih lanjut kasus tersaebut. Proses penahanan akan dilakukan jika pihak kpk membutuhkan proses tersebut. Pengacaran yang lahir di bulan Februari ini dijemnput disebuah tempat yang terletak di Jakarta Selatan. Seblumnya Fredrich Yunadi juga mangkir dari panggilan dari badan anti rasuah Indonesia. Alasanya karena sedang mengajukan sidang kode etik avokat kepengadilan, pihak kami menghormati proses tersebut, namun kami meminta saudarah yang bersangkutan agar tidak menghambat proses hukum yang ada. (Fredrich Berurusan Dengan Komisi Pemberantasan Korupsi)

Mendengar hal tersebut keluarga dari Fredrich, mendatangi kantor badan anti rasuah Indonesia, mereka membawa baju serta obat jantung untuk Fredrich, hal tersebut disampaikan oleh salah satu kerabatnya. Dari pantauan media keluarga atau kerabat nya menunggu di lobby kantor badan anti rasuah Indonesia, selama 30 menit. Namun hasilnya pihak keluarga hanya dapat menenui pengacara dari Fredrich.